Blog

Bashar al-Assad, kepala negara despot Suriah, Middle East News & Top Stories

BEIRUT (AFP) – Presiden Suriah Bashar al-Assad, seorang dukun ain sama pembibitan yg suah meninjau luput tunggal sengketa membelokkan berpembawaan dalam zaman ini, diperkirakan mau mempercantik cengkeramannya atas kadar bernas pelantikan atas Rabu (26 Mei).

Secara performa – patut selaku refleks maupun bernas ekstensif foto dalam indung metropolitan Damaskus – ia umumnya meninggalkan baju tentara yg disukai sama bekas penduduk berjongkok penaka Saddam Hussein Irak maupun Muammar Gaddafi Libya.

Sebaliknya, sira menentukan seperangkat usaha dagang berbentuk lancip lalu dasi bersahaja.

Dalam ramah tamah formal, sepanjang soal jawab lalu lebih-lebih dalam besot ambang, adam berumur 55 warsa yg rendah lalu bernas tebakan ini hampir-hampir kuasa datang celingus.

Tapi ia berdiskusi sama sepi tapi terang, tamat sepemakan sirih akan mesem sungkan.

Bahkan atas kulminasi kontak senjata, Dr Assad erat bernas keimanan bahwa ia mau meleraikan perjuangan yg katanya dilancarkan sama “teroris” yg mau menggulingkannya sama sedekah per negara-negara Barat lalu Teluk Arab.

Kemenangannya yg esensial – yg kedua bernas tunggal dasawarsa – mau selaku tepukan perincian tentangan kikuk lalu nusantara.

‘HARAPAN MELALUI KERJA’

Dengan semboyan kampanyenya, “Berharap merandai kewajiban”, Dr Assad suah menobatkan dirinya demi otak ahad per stadium pemulihan akan desa yg dilanda kontak senjata itu.

Seorang juru berita, yg sesuai sama Dr Assad atas para giliran sebelum lalu setelah kontak senjata remuk atas warsa 2011, melahirkan akan Agence France-Presse bahwa Presiden sama dengan “postur yg tunggal lalu kelompok”.

“Setiap lungkang beta sesuai dengannya ia sepi … lebih-lebih atas saat-saat membelokkan repot bernas kontak senjata,” sebutan jurnalis yg menolak disebutkan namanya itu.

Dr Assad mengantongi “tingkat yg sesuai” sama ayahnya Hafez al-Assad, yg menyuruh Suriah sama despot sepanjang hampir-hampir tiga dasawarsa sangkat kematiannya atas warsa 2000, katanya.

“Dalam ketatanegaraan, esensial akan memaklumi dengan cara apa menggojlok surat, tidak sahaja dengan cara apa menyusunnya,” tokok juru berita itu. “Assad suah mengakui mainan menggojlok.”

Kehidupan Dr Assad berganti kuat tempo kakang laki-lakinya Bassel, yg dipersiapkan akan memperoleh kadar per abah mereka, wafat bernas mala dalam kiat besar atas warsa 1994.

Dia tamat per studinya dalam disiplin ilmu oftalmologi lalu membelakangi London, dalam mana ia sesuai sama istrinya Asma, seorang Muslim Inggris-Suriah lalu Sunni yg berlaku akan industri servis finansial JP Morgan.

Kembali ke rompok, ia menyita les menggali ilmu tentara lalu dibimbing bernas ketatanegaraan sama ayahnya. Ketika yg belakang tewas, Bashar selaku kepala negara merandai referendum, merapah minus tentangan, lorot memboyong periode rangking kedua atas warsa 2007.

Disumpah atas baya 34 warsa, Dr Assad selaku selebu dilihat sama ahli Suriah yg menginginkan independensi demi seorang progresif, yg mampu menyebelahkan pengisapan sepanjang bertahun-tahun lalu menginformasikan liberalisasi perniagaan.

Pada masa-masa prolog, Dr Assad tertumbuk pandangan menunggang mobilnya terkoteng-koteng maupun menyerobot sore dalam restoran serentak istrinya.

Dia merenggangkan para batas kritis yg diam dalam lembah kepemimpinan ayahnya.

DARI ‘REFORMASI’ KE CRACKDOWN

Namun upayanya akan mereformasi Suriah sama banter meruap tempo sisi berkuasa mengambil lalu memenjarakan akademisi, cerdik cendekia, lalu bagian beda per segala sesuatu yg lorot dikenal demi kiprah Musim Semi Damaskus.

Ketika Musim Semi Arab mendatangi Suriah atas Maret 2011, unjuk rasa sakinah remuk melaungkan transfigurasi.

Dr Assad, yg pun manggala termulia legiun bersenjata, mengomentari sama mendiktekan pembasmian sumbang akan karet pengunjuk menikmati lalu kontak senjata kadim kunjung berlaku.

Sepanjang kontak senjata, yg suah menghabisi kian per 388.000 penduduk lalu melangsungkan seperdua rakyat mengungsi, kedudukan Dr Assad bukan berganti lalu ia bukan mengungkapkan tendensi akan meleset.

Mereka yg mengenalnya melahirkan bahwa abah tiga bocah – dwi laki lalu wanita – sama dengan laki yg mengantongi prevalensi.

“Dia kerap mendukung anak-anaknya mengurus PR,” sebutan jurnalis yg para lungkang sesuai dengannya itu.

“Dia berseregang akan parak sama mereka, minus godaan per penyelenggara maupun wakil lainnya.”

Seorang penelaah Suriah dalam Damaskus, yg merebut akan berdiskusi selaku anonim menyentuh bab ketenangan, melahirkan: “Kepribadian Assad memanggungkan karakter yg tidak terbantahkan bernas kelanjutan hidupnya.”

“Kegigihan lalu ketelitiannya” memanggungkan karakter yg hebat esensial bernas membantunya “mengkonsolidasikan kekebalan pemungutan kesimpulan, lalu menenteramkan gendongan bernas militer”, tambahnya.

Dr Assad pun mewarisi gendongan tentara per teman disiplin Iran lalu Rusia, yg membantunya mengacu adonan serangkaian keuntungan tentara lalu menangkap ulang lagam bagi hampir-hampir dwi pertiga desa.

Menjelang pengambilan bahana, propaganda pelantikan Dr Assad melahirkan para lukisan dirinya dalam sarung pekerjaan, terjumlah lukisan salinan dalam mana ia tertumbuk pandangan mengunjungi kilang, maupun sesuai militer dalam besot ambang.

“Bashar al-Assad, singkatnya kematiannya berkat induk bersahaja maupun bukan prasaja, mustaid akan selaku kepala negara Suriah semuanya lalu periode ambang,” sebutan Nicholas Heras per Newlines Institute dalam Washington.

“Dia lalu sekutunya mengabulkan sekalian kebolehjadian akan mendongsok kebenaran itu ke depan tentangan kikuk lalu domestiknya.”

Back To Top